Ceremony Gede Blog

Tampilkan postingan dengan label Ceremony. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceremony. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2016

Selamat hari raya Galungan dan Kuningan

Ceremony - Selamat hari raya Galungan dan Kuningan . Selamat menjalankan hari raya bagi umat sedharma diseluruh dunia. Hari raya galungan dan kuningan diperingati sebagai hari kemenangan dharma melawan adharma, kemenangan kebaikan melawan kejahatan. Sebelum hari galungan diperingati hari penampahan galungan, dan setelahnya adalah manis galungan.

Selamat hari raya Galungan dan Kuningan, rentetan acara pada penampahan galungan, kalau di ibaratkan sama dengan potong kurban, hari galungannya seluruh umat hindu sembahyang ke Mrajan gede masing masing, setelah itu manis galungan adalah hari silah turahmi ke sanak family disekitar.

Sejarah dari Selamat hari raya Galungan dan Kuningan adalah pada jaman dahulu terdapat raja yang paling ditakuti yang bernama Mayadanawa, atas kesewenang wenangan beliau dikisahkan ada seorang resi melakukan pertapaan du pura besakih. Dan atas wahyu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, diutuslah dewa Indra dari kahyangan untuk turun menumpas kejahatan di mercapada. Akhirnya terjadilah pertempuran yang sengit antara dewa Indra ( mewakili Kebaikan )  melawan raja Mayadanawa ( mewakili kejahatan ) . Dan dewa Indra berhasil memenangkan pertempuran tersebut, inilah asal mula hari raya Galungan dan Kuningan. Yang jatuh pada rabu buda kliwon dukut .

Selasa, 06 September 2016

Upacara 3 bulanan nyambutin Bali

Anak ketiga saya melaksanakan Upacara 3 bulanan nyambutin Bali. Upacara yang dilakukan untuk bayi yang telah berumur 3 bulan atau 105 hari kalender. Penentuan hari harus disesuaikan dengan jam kelahiran si anak, lewat dari jam 6 pagi baru dikatakan hari sekarang menurut kalender hindu.

Masing masing Upacara 3 bulanan nyambutin Bali berbeda beda. Hal ini dipengaruhi oleh desa kala patra, yakni di wilayah mana anda berada saat melaksanakan upacara nelung bulanan. Upacara di Kota Denpasar untuk nyambutin bayi sangat sangat ringan yang saya rasakan, berbeda dengan daerah Kerobokan sampai tabanan.

Anak ke 3 saya ini bernama Komang Evant Dhairyavant Tirtana. Sengaja saya tulis article ini agar kelak jika sudah besar nanti masih ada kenang kenangan foto saat masih bayi. Kalau kita jadikan album, biasanya akan terjadi kerusakan pada foto, atau bahkan hilang. Upacara 3 bulanan nyambutin Bali

Selasa, 05 Juli 2016

Bebantenan Upakara Ngambuhin anak

Beberapa hari yang lalu saya melaksanakan Bebantenan Upakara Ngambuhin anak . Upakara ngambuhanin adalah upacara 1 bulan 7 hari untuk bayi yang baru saja lahir. Bali memang sangat menjaga adat dan budaya dari turun temurun.

Berikut ini Bebantenan upakara ngambuhin :

Bab 1. Sorohan banten pangreaikan
A. Banten durmanggala
B. Banten tatebasan prayascita
C. Banten ririan / penglukatan , lis amu - amuan
D. Banten pengulapan
E. Banten biyakaon
F. Caru ayam brumbun + pejati suci
Bab 2. Upakara ngambuhin
1. Daksina saha suci asoroh
2. Banten ayaban tumpeng lima
3. Banten rayunan asoroh
4. Banten sorohan
5. Sorohan banten pacolongan
- banten pamali alit
- banten pacolongan alit
- papah bolong
- ayam luh muani hidup. Sambutan nak alit
Bab 3. Banten ring genah ari ari
1. Banten dapetan asoroh
2. Banten pengideng ideng atanding
3. Ring sanggah cucuk, munggah peras tulung sesayut, canang lengawangi buratwang
4. Ring sor : segehan kepelan catur warna akeh nyane 4 kepel maulam bawang jahe, uyah areng.
Bab 4. Upakara lukat nyepih
1. Ring sumur banten pejati selem ulam ayam ireng maulu suci saha segehan selem etanding, payuk pere
2. Ring dapur, pejati barak, ulam iwak ayam biing
3. Ring kamulan. Banten pejati putih meulu suci ulam ayam putih tulus. Ring sor : upakara penyepihan ulam ayam lan bebek guling, banten jerimpen wakul, banten sorohan medaging ulam guling bebek. Banten penguiapan. Banten pengaturan. Pejati.

Keterangan upakaran ngambuhin:

Banten jerimpen wakul wenten kalih :
Selem : medasar wakul mesrembeng. Medaging tumpeng poleng. Duur injin. Betennyane antuk beras. Mucuk taluh melablab. Kojong rangkadan 1 . Sampian mesriok. Sesedep tepung tawar. Canang.
Putih : medasar antuk wakul mesrembeng. Kojong rangkadan 1. Sampian jaet guwak. Swsedep tepung tawar. Canag.

Sabtu, 25 Juni 2016

Tirtayatra ke Gunung Semeru

Banyak travel agen yang menyediakan jasa Tirtayatra ke Gunung Semeru . Kami dari LPD Desa sesetan dan pengurus kebendesaan mengadakan tirtayatra ke Jawa timur. Perjalanan dimulai dari depan pura desa Sesetan, kumpul jam 5 pagi. Berangkat naik 3 unit Bis besar, kami sarapan pagi di daerah negara kurang lebih 4 jam perjalanan. Setelah itu nyebrang dari pelabuhan Gilimanuk ke Ketapang, kemudian lanjut lagi ke pura blambangan.

Sebelumnya mari kita mengtahui :

Apa itu Tirtayatra 

Tirtha-yatra berasal dari bahasa sansekerta yaitu kata tirtha dan yatra. Tirtha artinya air suci, air kehidupan, Yatra artinya tempat suci yang mempunyai air suci. Tirtha dapat juga berarti orang-orang suci, sebab orang-orang suci umumnya berada di tempat-tempat suci yang ada air sucinya. Atau, orang-orang suci juga disebut sebagai tirtha karena orang-orang suci mempunyai kekuatan suci untuk menyucikan orang,  Di Bali tirta berarti air suci yang sudah dimohonkan kepada Tuhan yang mana sudah menjadi wangsuh dari tuhan dan sudah mendapat berkat dari Tuhan.

Tirtayatra dalam bahasa sehari-hari di Bali dipahami dengan tangkil atau sembahyang ke pura-pura. Tirtayatra tertulis dalam Kitab Sarasamuscaya 279 yaitu keutamaan tirtayatra itu amat suci,

Adapun tempat-tempat suci untuk melaksanakan Tirtayatra di Bali antara lain pada pura-pura Kahyangan Jagat yaitu :
  1. Pura Lempuyang luhur, terletak di Karangasem tempat untuk memuja Sang Hyang Isvara.
  2. Pura Andakasa, terletak di Kabupaten Karangasem tempat memuja Sang Hyang Brahma.
  3. Pura Watukaru terletak di Kabupaten Tabanan, tempat memuja Sang Hyang Mahadeva.
  4. Pura Batur terletak di Kabupaten Bangli tempat untuk memuja Sang Hyang Visnu.
  5. Pura Goalawah terletak di Kabupaten Klungkung tempat untuk memuja Sang Hyang Mahesvara.
  6. Pura Uluwatu terletak di Kabupaten Badung tempat untuk memuja Sang Hyang Rudra.
  7. Pura Gunung Mangu terletak di Kabupaten Badung tempat untuk memuja Sang Hyang Sankara.
  8. Pura Besakih (Penataran Agung) tempat memuja Sang Hyang Sambhu dan sekaligus juga tempat memuja Sang Hyang Tri Purusa
Lanjut lagi ...

Tirtayatra ke Gunung Semeru

Setelah melakukan persembahyangan di pura Blambangan kami istirahat sejenak sekalian makan siang. Setelah itu lanjut ke Pura Alas Purwo, masuk ketengah hutan lindung. Belum ada PLN masuk ke Pura, pengempon pura menggunakan Genset untuk penerangan. Tiba Sudah sore kami lanjut persembahyangan, dan slesai kira kira pukul 7 malam. 

Acara Tirtayatra ke Gunung Semeru kami lanjutkan ke Pura Gunung Raung. Setelah tiba kurang lebih pukul 11 malam kami lanjut makan malam. Dan Setelah itu langsung meluncur ke Gunung Semeru.

Tirtayatra ke Gunung Semeru sangat seru dan menyenangkan. Kami umat sedharma sering melakukan Tirtayatra ke beberapa pura yang ada diluar pulau Bali, sambil jalan jalan guys...
Setiba di Pura Luhur Gunung Semeru kira kira pukul 4 pagi, kami menyewa kamar yg sudah disediakan oleh penduduk setempat. Lumayan sewa kamar sampai pukul 6 pagi aja udah kena 50 ribu. 

Dengan keberadaan Pura Gunung Semeru ditengah tengah penduduk yang mayoritas beragama muslim, kami berharap penduduk sekitar pura juga ikut menjaga dan mendapatkan penghasilan yang lumayan. Perbedaan agama bukan menjadi kendala, yang penting kita bisa hidup rukun berdampingan.

Rabu, 11 November 2015

Wakil walikota denpasar jaya negara

Peletakan batu pertama oleh Wakil walikota denpasar jaya negara . Walaupun bapak jaya negara sudah tidak lagi menjabat sebagai wakil walikota denpasar, tapi beliau dengan pasangannya bapak Rai Mantra pada desember 2015 lagi maju pada pemilukada Denpasar.

Pembangunan wantilan di desa adat pekraman sesetan sudah bisa di mulai. Setelah upacara nasarin yaitu peletakan batu pertama oleh bapak Wakil walikota denpasar jaya negara.

Selain itu juga bapak Wakil walikota denpasar jaya negara juga melakukan sedikit pidato, dibarengin dengan Jero Mangku bendesa adat sesetan.

Kamis, 29 Oktober 2015

Upacara nikahan di Bali

Hari ini ada Upacara nikahan di Bali . Posisi tepatnya di sesetan, hari ini tanggal 29 oktober merupakan hari baik untuk menjalankan pewiwahan atau acara pernikahan di Bali. Menjalankan adat ritual pernikahan yang sakral ini di hadiri oleh warga adat untuk pagi harinya . Dan biasanya dilakukan resepsi pernikahannya di malam hari. 

Masing masing daerah di Bali memiliki adat tersendiri dalam Upacara nikahan di Bali ini. Terkadang dalam satu wilayah banjar di dalam satu desa pun memiliki adat istiadat yang berbeda. Hal inilah yang membuat budaya du Bali semakin unik.

Acara pewiwahan di Bali biasanya didahului dengan membawa tipat bantal ke calon memplai wanita.  Setelah itu dilanjutkan dengan pernikahan di rumah sang memplai pria. Di bali menganut sistem patrenialistis atau purusa yang mana memplai cewek tinggal dirumah laki laki.

Rabu, 28 Oktober 2015

Upacara otonan anak di bali

Hari ini kerumah nyama untuk Upacara otonan anak di bali . Upacara otonan adalah upacara menurut adat bali yang jatuhnya setiap 6 bulan kalender masehi. Masing masih daerah di bali memiliki keunikan tersendiri tentang otonan ini. Kalau di daerah Denpasar otonan untuk anak yang pertama kali nya dilaksanakan dengan upacara besar . Mengundang sulinggih / pendeta Bali untuk muput karya nya.

Kalau di daerah Badung antara kerobokan dan sekitarnya upacara yang besar adalah upacara 3 bulanan. Ngangkid ke pantai, bisa jadi biayanya mencapai puluhan juta. Kesadaran masyarakat Bali untuk menghormati budaya adat istiadat tersebut memang membuat bali kaya akan culture budaya. Inilah yang membuat Bali terkenal akan Budayanya, hingga sampai ke manca negara.

Tapi yang perlu diperhatikan disini dalam Upacara otonan anak di bali adalah mengenai Biaya yang menjadi beban. Saya menyarankan agar pihak PHDI pusat ikut memikirkan tentang penyederhanaan upacara, yang akan berdampak juga pada pengiritan biaya. Seperti apa yang kita bisa lihat bersama terkadang sumber keuangan untuk budaya Bali adalah dengan menjual tanah warisan!!!